Langsung ke konten utama

Postingan

Makan Malam Menu Terong Balado

tentang hidup. semua mengalir begitu saja hingga hari ini. hampir 3 tahun tanpa mama dan papa. mengalir begitu saja.  yang terlintas malah tentang makan malam bersama berpuluh tahun lalu. menu favoritku, terong balado, doa sebelum makan kubacakan, tentunya mama dan papa. tradisi makan malam ini entah kapan mulai tidak berjalan, sepertinya ketika papa mulai sering kerja di luar daerah, sering tidak pulang entah berapa hari kemudian. sering kutanyakan setiap kali dia telepon, kapan papa pulang? papa, selalu jadi pria pertama yang kuposesifkan bahkan hingga hari ini. yah, kurasa sejak saat itu, sejak kami pindah juga ke jalan yang baru. berjalan waktu, aku dan mama pindah terlebih dahulu ke bogor sementara papa masih jauh di sebrang pulau. setahun setelahnya baru papa bergabung bersama, namun aku sudah tenggelam dalam umur pubertas, pulang selalu malam, sibuk extrakurikuler, kemudian kuliah di luar kota, kemudian kerja di luar kota dan semakin tidak pernah ada acara makan malam itu. k...

pagi dan kebisingannya

sibuk sekali pikiran ini berlari-larian kesana kemari. penuh rasanya namun ketika dituangkan dalam tulisan, hilang. bayang-bayang masa depan kadang begitu pekat lekat, beraroma mimpi. bahwa suatu hari aku dan dirinya di suatu hunian damai di santorini. dibangunkan sinar matahari pagi yang didamba semua orang, tanpa bising kendaraan-kendaraan yang dinaiki bangsat-bangsat tak punya otak. betapa mengerikan, kan? pagi bisa menjadi racun dalam pikiran, fisik sekalian. yah, tapi apa mau dikata, jika kantongmu lebih rasional dari mimpi-mimpi bertaraf internasional. kembali menginjak tanah yang sama, yang basah oleh hujan, yang padanya pernah ada tangan-tangan hangat mencoba menanam sesuatu atau melempar apapun yang ada di genggamannya. lalu, kemana pagi-pagi santorini itu? menguap bersama asap tak berkesudahan dan kewajiban bangun pagi yang begitu menyesakkan. sampai mana akan bertahan? jika yang diharapkan hanya secangkir kopi, muka bantal, senyuman manis dan udara pagi dari laut yang membi...

review movie : ad astra

entah karena faktor umur atau gue emang kecapekan, gue sempet tidur 5-10 menit di setengah jam pertama. Pengen nonton karena dari trailernya menarik sih. thought would be any E.T things tapi ternyata oh ternyata ( akan spoiler) film ini cerita ttg hubungan ayah dan anak. Family matter yang bersetting luar angkasa dan bumi di kala kita udah bakalan biasa jalan2 ke bulan, kek cuma naek dari jakarta-bali. Then jalan2 lagi ke mars. Paling extrem sih emang perjalanan si bang roy yg nyampe neptunus. Nonton film ini, lo bakalan kayak masuk space aquarium dengan durasi yg lumayan buat lo ngerasa pengen balik ke bumi. Utg cuma pelem. Kalo wa di posisi bang roy sih, wa bakalan lanjut dari neptunus ke pluto ke planet selanjutnya selanjutnya dan berakhir di hatimu. Tsaeelllaahhhh sa ae, panci gosong. Hehehe. Dari segi cerita sih B aja ya. Visualnya mayanlah, soundnya mayan. Castnya, yah mas bretpit yah gitu2 ajah. and lady arwen a.k.a mbak liv tyler look older dan ya biasa2 aja. Jadi ya filmnya bi...

review : Gundala : movie

GUNDALA the movie Once again, i was expecting nothing towards this movie. And mostly, when you expect nothing, you will find anything. Like anything. GUNDALA, i thought it just another Indonesian movie directed by Indonesian director. but it came out as one of bad ass movie by JokAn. He just did it. The color just magnificent. I thought the setting would be like an old Jakartans or any other area of Indonesia. But it is not. It is a new world with the scene of little rascals of Jakarta and any other bronx area in Indonesia which i donot know where it takes. But really, it is Gundala's world. i never seen anything like it in Indonesia. Yah gila sih Joko Anwar. Benar-benar dibawa kedunia baru yang sama sekali tidak tahu dimana tapi itu ada. Cast bejibun, buat film ini bakalan bikin lo bingung mau pilih siapa. sancaka mah biasa kecuali pas adegan dia abis mandi, buat cewek normal pasti pengen melorotin tuh handuk. untung wa gak normal. hahahaha. sebutin, ario bayu, siapa tuh adn...

tentang pergi yang sepi

yang pergi dalam 2 minggu ini ada dua orang dekat yang meninggal. yang satu adik perempuan mama dan satu lagi saudara jauh yang sempat tinggal di belakang rumah. 2 tahun berturut-turut, selalu dengan kepergian orang-orang. mulai dari mama, papa, umi enong dan mamih. orang-orang berbeda. ketika sudah sedikit reda ditinggal mama disusul papa satu tahun kemudian. berlanjut 2 lagi pada tahun yang sama, seperti menarik kembali perasaan yang tentang kehilangan, kepergian dan kesepian. i am typical of person that never know how to have a good cry. i mean like channeling it into right, beautiful direction. moreover, i always pretend those grieving things never happened. perhaps, cause i used to have myself as a loner therefore this kind of feeling like so familiar. no friend to talk at home/room, only chatting via med-soc, wondering, day-dreaming, sleeping, eating, having fight with my girl and it will fulfill my day to day. Yet, there was a point, a lowest one when suicide cross my mind...

move on

hi dear you, move on, we're not seventeen, miley said. mungkin sudah terlalu banyak cerita yang tidak pernah kita bagi bersama. mungkin rindu kita juga sudah tidak pernah dalam gelombang yang sama. sedih sih. tapi kita memang harus berpindah. things getting toxic now. we only hurt each other. and i just realized, there will be so much good thing come up when we are not together. amen for it. and i know, i know deeply, you will be okay without me and so will i. let our memories become memories. a good one definitely. i love you and will always be. i already forgive myself to let this thing go. let's have another good circle of life. for now and the other future if we met again. xoxo -meh-

SIAPA AKU ?

Percikan ombak mengenai mukaku dan membangunkanku sekaligus. Yang aku tahu saat ini, seluruh pakaianku basah. Pikiranku coba berkelana mengenal waktu. Sejak kapan aku terbaring di pinggir pantai ini. Setengah badanku kaki ke bawah masih terombang-ambing oleh ombak. Kucoba gerakkan  tangan agar bisa segera mengangkat tubuh ini. Kukerahkan semua tenaga yang tersisa sambil mencoba mengingat apa yang terjadi. Dengan langkah tertatih kucoba terus berjalan. Hanya debur ombak yang terdengar. Matahari terik sekali. Kuperkirakan ini sudah tengah hari dan entah sudah berapa lama aku terkapar di pinggir pantai itu. Benar-benar kucoba ingat sekali lagi, mengapa aku ada disini. Mataku terus berkeliling ke segala arah namun tak ada apapun. Hanya hamparan pinggir pantai yang luas. Ku berjalan lurus terus dari tempatku berdiri. Aku benar-benar kehilangan arah karena tak ada satupun yang bisa kutanya, dimana aku berada saat ini ? Dan, dan, oh Ya Tuhan, siapa aku ?  SIAPA AKU ?

CANDU RINDU

melompatlah dalam mimpimu berlarilah sekencang apapun kelak ketika terbangun ada keringat berjatuhan di sekujur tubuhmu ke bawah ke bawah lalu kau lihat kenyataan dirimu yang telanjang bulat tak berdaya rindu-rindunya telah pergi meninggalkan kenangan tak henti dalam setiap ingatanmu kala itu dia hanya duduk terdiam melihatmu seolah itu adalah kesempatan terakhir menatap cara dudukmu amarahmu angkuhmu tatapanmu kemudian dia pergi kau bermimpi terengah-engah dia adalah candumu sekarang dan selamanya Jakarta, 25/10/2014

Diana Di Desember

Aku ingat sekarang, siapa perempuan itu. Tahun lalu, masih dengan baju yang sama, dia duduk menunggu di cafe yang sama. Kali ini wajahnya begitu sendu. Tak ceria. Pandangan mata yang kosong memandang ke arah luar cafe ini. Sesekali menunduk ke secangkir kopi yang tampaknya sudah dingin. Entah sudah berapa lama disana. Tapi sepertinya sedang menunggu seseorang untuk datang. Rasa ingin tahuku bertambah. Kuberanikan diri ini untuk masuk ke cafe. Mengambil posisi tak jauh darinya, raut wajah cemas dan sedih tampak lebih jelas sekarang daripada ketika diriku di luar. Tak lama seorang pelayan menghampiriku. Bertanya apa yang ingin aku pesan. Karena tak pernah masuk ke cafe ini, maka spontan kuminta secangkir kopi yang sama dengan menunjuk gadis itu. Pelayan itu mengernyitkan dahinya. Tapi kemudian tetap menuliskan pesananku. Ada apa dengan gadis ini? Mengapa magnetnya begitu kuat menarikku? Apakah karena aku penasaran apa yang dia tunggu atau apa yang membuatnya tampak sedih? Tak lama se...

Yosef

pagi ini dapat kabar kalau salah seorang teman yang sudah lama tak bertemu berpulang ke haribaan Tuhan Yang Maha Penyayang. perasaan saya jujur waktu mendengar kabar ini sebenarnya biasa saja karena buat saya kematian hanyalah hal yang wajar untuk sesuatu yang hidup. saya selayaknya muslim hanya cuma bisa mengucapkan innalillahi. mungkin karena kedekatan saya dengan teman itu tidak terlalu seperti dengan teman-teman sekarang. awalnya juga tidak terlalu percaya tapi kemudian salah seorang konfirmasi kalau berita itu benar adanya melalui pesan-pesan yang tercantum di halaman facebook almarhum. agak aneh juga karena saya sudah tidak terlalu bersentuhan dengan facebook. kemudian sambil mencari kebenaran tentang berita itu, saya membuka halaman facebook saya dan menemukan salah seorang teman dekat almarhum membuat post pesan ke halaman facebook almarhum. maka konfirmlah saya, jika almarhum sudah tidak ada. kemudian secara tidak langsung, memori saya memutar kembali bayangan-bayangan masa la...

Suddenly Blue

Sudd enly Bl ue Ada jaket biru, tas biru, dan oh tidak, bukan pikiran yang biru. Tiba-tiba semua biru. Suddenly blue. And you are coming through that door. Membuatku terpaksa membuka mata ini yang masih terlalu lelah. Magic. “Hello, ups, maaf.” Oh, darling, saya tidak akan pernah memaafkan siapapun yang membangunkanku. Tapi tidak denganmu. Ada yang biru, suddenly blue. Begitu hening, membunuh 2,3 tarikan nafas, berhenti. Sejak kapan, aku lupa pernah memiliki perasaan ini. Sejak kapan kamu berdiri disitu. Mungkin beberapa menit yang lalu, kau sudah datang diam-diam, menatapku yang terlelap. Menyentuh wajahku, mendengarkan desah nafasku, memelukku melalui tatapan itu.  Yah, tatapan itu sekarang. Persis seperti sekarang. “Hello, are you okay, buddy?” Ah, kamu membangunkanku untuk kedua kalinya. Padahal baru sekejap aku membayangkan bagaimana kau bisa tiba disini. “Oh, ya, saya baik-baik saja. Tapi bagaimana kamu masuk ke kamar ini? It was locked.” ...

Honest Words

"just take a deep breath and let yourself known that you are abandoned" Terkadang satu hal yang sangat bodoh ketika kita harus bergantung pada satu orang untuk kebutuhan apapun. Menjadi sangat sangat bodoh ketika hal itu sudah menjadi lingkaran setan dan kita hanya bisa terdiam diri untuk terus terikat, semoga tidak mati. =====================================================

finding and keeping a life partner

I was checking to my email and found this below from my friend via email couple years ago. Well, not all past should be forgotten.  =findingandkeeping a lifepartner= 1: Do we share a common life purpose?   Why is this so important? Let me put it this way: If you're married for 20 or 30 years, that's a long time to live with someone. What do you plan to do with each other all that time? Travel, eat and jog together? You need to share something deeper and more meaningful. You need a common life purpose.   Two things can happen in a marriage:   (1) You can grow together, or   (2) You can grow apart.   50% of the people out there are growing apart. To make a marriage work, you need to know what you want out of life!   Bottom line; marry someone who wants the same thing.   QUESTION ..2: Do I feel safe expressing my feelings and thoughts with this person?   This question goes to the core of the quality of your relationshi...

Long Distance Relationship

perasaan seperti ini muncul kembali. sepi. saya heran apa memang benar ada orang-orang yang bisa hidup tanpa pedamping? mungkin ada ya. tapi rata-rata, mereka menghabiskannya dalam bentuk kesibukan, kegiatan. ah, saya mengerti sekali perasaan itu sekarang.  secara hati, saya sudah memiliki seseorang yang siap mengisi perasaan ini. tapi tanpa mengesampingkan fungsi dirinya, belakangan saya begitu gamang sekali. apakah saya benar-benar masih dibutuhkan olehnya? apakah saya ada fungsi lebih dari hanya sekedar kasih? kami memang berbeda kota. sudah beberapa kali saya mengalami hubungan seperti ini. nama kerennya, LDR (Long Distance Relationship). dan entah kenapa saya selalu merasa ada yang kurang. setiap saat saya selalu menanti balasan dari message yang saya kirimkan, yang tidak jarang hanya dibalas sesekali bahkan hanya satu baris. dulu juga begitu, ketika bersama pacar yang kedua, saya selalu ditinggalkan tidur ketika menemaninya.  saya sudah merasa tidak nyaman dengan hu...

coz i love you

aku pernah menjadi terlalu mandiri, menjadi yang paling sok tau hingga akhirnya terperosok sendiri.  ketika aku punya kamu, aku berharap bisa bertemu teman untuk berbagi, meski hanya sekedar pertanyaan-pertanyaan sepele yang mungkin aku bisa dapatkan dengan mudah. bukan, bukan jawabannya yang aku butuh, i can find it easily, tapi aku cuma butuh bagaimana cara kamu menjawab itu semua. percakapannya yang aku butuh.  i can find easily someone whom i can talk to. but i choose you, why? simply, coz i love you.

Hamdun?

Katanya, apa yang terjadi, terjadilah. Toh, semuanya sudah ditentukan oleh yang Maha Kuasa. a.k.a Pasrah . "Somehow, the best way to live is just to believe that we still live and it should go on and on"  P.S. : "Sayang, kamu bukan laki-laki, kan? Kok aku gak dapat dapat ini? Huwaaaaaaaa. Sayang, kamu yakin bukan laki-laki, kan?" Bogor, August,22,2012

Yang Memanggilku, Ibu

Dia. Yang bukan sekedar raga tapi pernah berbagi jiwa. Kini melihat dunia dengan rasa, fikir sendirinya. Bertanya, berbuat, salah dan benar ditentukan kemudian. Belajar, terjatuh, tersenyum. Ah, sayang, indahnya hidupmu. Meski keluh tetap bersarang di setiap langkahmu. Aku tahu. Kamu pasti akan selalu menjadi hebat. Karena kau tahu, Tuhan yang berencana untukmu. Bukan diriku, atau dirimu. "Ibu, sudah mengkhayalnya?" Bogor, 20 Agustus,2012.

Kegelisahan Yang Mematikan

kosong. Lalu kau sibuk mencari dan berlari padahal tak ada yang mengejarmu bahkan kau tak tahu apa yang kau kejar. Terhenti ketika lelah melanda, kemudian bingung untuk apa semua ini. Apa yang kau inginkan? Cinta? Dia telah datang padamu, berbagi setiap rindu yang ada, fantasi yang bergelora, airmata, dan segenggam harap yang kembali, menjadi, hampa. Apa yang kau inginkan? Harta? Yang kau usahakan tiap detik, otakmu berputar, apa lagi yang belum ku beli, apa lagi yang belum ku lengkapi, terus, terus, terus begitu. Kau dapatkan sudah semuanya. Dan kembali, menjadi, hampa. Tap, tap, taratatap...Itu gerakmu. Bergairah, penuh harapan, semangat membara. Semua kau sudah dapatkan. Tapi, apakah bahagia? Kurang, kurang, kurang, aku masih kurang ini dan itu, ini dan itu. Begitu terus sapda dari fikir dan nafsumu. Lalu.... Apa yang kau butuhkan sekarang? Apa? Apa? Kau tertunduk lesu. Semua inginmu sudah kau dapatkan. Semua pintamu sudah menjadi nyata. Kau diam. Kau bingung. Masih ter...